PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PERTAMBANGAN TANPA IZIN DI DHAMASRAYA, SUNGAILIAT, DAN TANJUNG PANDA

Tanggal: Kamis / 13 Juli 2017
penegakan-hukum-pidana-terhadap-pertambangan-tanpa-izin-di-dhamasraya-sungailiat-dan-tanjung-panda

Oleh: Teuku Muzafar

Kepala Kejaksaan Negeri Sabang, Aceh

Alamat Kantor: Jl. Kilat Le Meule, Sabang, (0652) 21010

Email: teukumuzafar679@gmail.com

 

Abstrak

Kejahatan lingkungan sering terjadi tanpa disadari, misalnya pertambangan. Pertambangan merupakan usaha untuk menggali berbagai potensi yang terkandung dalam perut bumi. Beberapa isu penting yang menjadi permasalahan bidang pertambangan ialah ketidakpastian kebijakan, penambangan liar, konflik antara penambang dan masyarakat lokal, konflik antara sektor pertambangan dan sektor lainnya. Di Indonesia, banyak penambangan tanpa izin yang menimbulkan kerugian terhadap masyarakat dan negara. Penambangan tanpa izin yang terjadi di Dhamasraya, Sungailiat, dan Tanjung Pandang Provinsi Sumatera Barat telah mengakibatkan konflik antara penambang dan masyarakat. Masalah ini harus diselesaikan secara hukum. Aparat penegak hukum harus melaksanakan penegakan hukum pidana terhadap pertambangan tanpa izin. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan penambangan tanpa izin dapat dicegah jika aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat bekerja sama menegakkan hukum terhadap penambang tanpa izin. Sementara itu, hakim harus komitmen dan berani melakukan terobosan hukum dalam menangani berbagai perkara pertambangan. Demikian pula, polisi dan jaksa harus memasukkan sangkaan dan dakwaan tindak pidana lingkungan hidup dalam perkara pertambangan dan kehutanan. Hal ini penting disadari oleh aparat penegak hukum karena hukum untuk mengatur kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan perseorangan atau golongan. Hukum juga menjaga hak-hak dan menentukan kewajiban-kewajiban anggota masyarakatnya agar terciptanya suatu masyarakat yang teratur, adil, dan makmur. Dengan upaya tersebut maka penegakan hukum terhadap tindak pidana pertambangan dapat lebih optimal.