Dosen Unilak Narasumber Seminar Nasional Pelindungan Perempuan dan Anak di Siak

Rabu, 17 Oktober 2018
dosen-unilak-narasumber-seminar-nasional-pelindungan-perempuan-dan-anak-di-siak

FH UNILAK -Dosen Fakuktas Hukum  Universitas Lancang Kuning (Unilak) yang juga Wakil Dekan III Fakultas Hukum menjadi narasumber dalam seminar nasional tentang perlindungan anak dan perempuan di Kabupaten Siak.

Acara ini digagas oleh dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana kabupaten Siak, Selasa (16/10), yang berlangsung satu hari penuh dan dibuka oleh Wakil Bupati Drs. Alfedri, M.M. dan dihadiri oleh 200 peserta yang berasal dari berbagai bidang seperti kepala desa, guru, pegawai negeri dan aktivis wanita di Kabupaten Siak.

Dr. Fahmi, S.H., M.H. yang juga merupakan praktisi hukum ternama ini hadir sebagai pembicara bersama dengan Dr. Imriati Fuad, S.H., M.H. Kabag Hukum Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pusat.

Dalam seminar sehari ini, Dr. Fahmi, S.H., M.H. mengatakan bahwa masih terjadi kekerasan terhadap anak dan wanita di Kabupaten Siak dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Menurutnya dalam perlindungan anak dan perempuan, sekolah, keluarga dan lingkungan memiliki peran yang sangat penting  karena ketiga bidang ini adalah tempat beraktifitas yang paling sering dilakukan bagi perempuan dan anak-anak dan sering terjadi tindak kekerasan.

Fahmi menambahkan di dalam peraturan, banyak undang-undang yang mengatur tentang perlindungan perempuan dan anak, beberapa diantaranya di KUHP, Undang-Undang No. 23 tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga, UU Perkawinan, Undang-Undang Peradilan Anak dan lain-lain. Banyak faktor yang menyebabkan kekerasan terhadap anak dan perempuan cenderung meningkat, beberapa diantaranya permasalahan ekonomi, komunikasi yang tidak baik, judi/ alkohol/narkoba dan perselingkuhan/pihak ketiga, paparnya.

\"Untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dilakukan dengan peningkatan keimanan di lingkungan keluarga, komunikasi timbal balik yang baik, mendidik anak dengan tidak kasar dan melakukan dialog jika terjadi masalah\", tutupnya.

Seminar ini berlangsung dengan baik dan para peserta diberikan kebebasan untuk bertanya.